INFORMASI SEPUTAR KEHAMILAN INFORMASI SEPUTAR KEHAMILAN
Home » Ibu dan Anak » ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI

ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI

Monday, November 11th 2013. | Ibu dan Anak

Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan masyarakat pada suatu negara. Di Indonesia, hasil penelitian tahun 2012 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih berada pada angka yang tinggi.

Begitu pula menurut data Kementerian Kesehatan yang dipublikasikan melalui media massa bahwa dari 100 kelahiran, angka kematian maternal dan perinatal mencapai jumlah 34 kematian. Faktor yang memengaruhi kondisi ini sangat beragam, meskipun hal ini menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat suatu negara namun peran masyarakat dalam membangun kesadaran kesehatan kelahiran sangat penting.

Sebagai negara berkembang, dengan luasnya wilayah Indonesia tenaga kesehatan professional masih sangat terbatas. Oleh karena itu, proses kelahiran secara tradisional tanpa jaminan medis masih menjadi piihan masyarakat. Proses tradisional ini biasanya seorang ibu melahirkan hanya didampingi oleh yang sering kita sebut dengan “dukun beranak”, secara medis dukun beranak tidak memiliki pengetahuan dan peralatan yang memadai untuk mendampingi kelahiran sehingga memberikan resiko keselamatan ibu dan bayi.

Selain itu, faktor lainnya adalah usia ibu mengandung dan kesehatan bayi dalam kandungan. Usia ibu hamil yang terlalu muda yaitu pada usia di bawah 19 tahun mengindikasikan tidak siapnya tubuh untuk melakukan persalinan sehingga mengancam jiwa ibu beserta bayi yang dikandung, sedangkan kondisi kesehatan bayi dipengaruhi oleh kecukupan gizi yang diterima bayi.

ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI

Berdasarkan beberapa faktor yang menyebabkan tingginya tingkat kematian ibu dan bayi, maka perlu dipahami terkebih dahulu yang dimaksud dengan kategori kematian maternal dan perinatal. Kematian maternal atau kematian ibu melahirkan adalah kematian ibu sebelum melahirkan selama masa kandungan hingga 42 hari setelah melahirkan.

Angka Kematian Ibu dan Bayi

Artinya kematian ibu disebabkan oleh proses kehamilan dan melahirkan. Sedangkan kematian perinatal atau kematian bayi adalah kematian bayi di dalam kandungan hingga usia bayi satu tahun. Mengacu pada faktor penyebab dan kategori tersebut, beberapa hal yang sekiranya dapat dilakukan untuk menurunkan tingginya angka kematian maternal dan perinatal diantaranya adalah sebagai berikut.

1.  Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan untuk ibu melahirkan khususnya di daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Hal ini dapat dilakukan dengan menambah jumlah tenaga bidan yang siap ditempatkan di daerah tertentu, atau memberikan pendidikan  dan pelatihan bidan kepada putra/putri daerah setempat. Selain tenaga kesehatan, pelayanan juga mencakup fasilitas yang perlu dibangun minimal terdapat puskesmas di setiap desa.

2.  Usia Pernikahan

Usia pernikahan bagi perempuan sangat memengaruhi kesiapan fisik organ reproduksi, oleh karena itu seorang perempuan harus menikah pada usia yang tepat yaitu tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Minimal usia pernikahan untuk perempuan yang siap hamil adalah 20 tahun sedangkan usia maksimal adalah 30 tahun.

3.  Pengendalian Kehamilan

Badan kesehatan dunia menyatakan bahwa kesejahteraan masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh kesadaran masyarakatnya untuk mengendalikan kelahiran. Hal ini kita kenal dengan program keluarga berencana yang mengatur 2 anak cukup untuk setiap pasang suami istri. Dengan pengendalian kehamilan yang tidak terlalu rapat jaraknya dan cukup 2 anak seorang ibu dapat lebih memperhatikan kesehatan kandungannya.

Berdasarkan beberapa hal yang telah disebutkan, satu hal yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat akan kesehatan kehamilan sehingga tidak sembarangan melakukan proses kelahiran dengan demikian pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Banner2222
Cat : Ibu dan Anak, tags: , , , , ,

Latest

Banner

Related Post

Visitor

DO NOT COPY